Dhammaclass episode 2, dengan tema Ketuhanan Yang Maha Esa akan dibawakan oleh Bpk Cornelis Wowor, MA. yang sebelumnya menjadi narasumber untuk Dhammatalk: Tampil Beda a la Buddhis, keduanya diselenggarakan oleh Keluarga Buddhis Brahmavihara (KBBV) Makassar. Dhammaclass ini akan diadakan pada tanggal 10 Maret 2012 bertempat di Hotel Kenari Tower Makassar, Jl. Yosef Latumahina 30, pukul 19.15 WITA - selesai. Bagi teman2 blogger yang ingin hadir di acara ini dapat menghubungi contact person yang ada di poster ini atau link ke akun facebook KBBV Makassar untuk info lebih lanjut.
Ketuhanan Yang Maha Esa - Cornelis Wowor
Dhammatalk - Tampil Beda a la Buddhis
One of the incoming events in
Makassar specially for Buddhists in Makassar is Dhammatalk titled “Tampil Beda
a la Buddhis” held on December 3rd 2011 in Mercure Hotel, Makassar.
The event initiated by KBBV (Keluarga Buddhis Brahmavihara) presents Mr.
Cornelis Wowor, MA, a clever and smart Dhamma-talker. He is one of the men
helping the development of Buddhism in Indonesia. Besides, he is a Buddhism
book-writer and also a teacher in several Buddhism colleges in Indonesia. Once
lived as a monk for 4 years under the name of Bhikkhu Aggabalo has made him a
smart and clever Dhamma-talker. So, are you curious about the event? Well, you
can contact on the person mentioned on the picture. Just click and zoom the
picture or if you have a problem about the picture, ask me.
Central Diesel
A logo concept for Central Diesel. It
is intended for a shop that deals with diesel machines (selling, reparation, consultation, etc). The concept here is to make a bold,
straight drawing that fits the name.
The building may look like this (but
it's just a concept drawing)
Comments and critiques are very welcome
to make this logo better. If you need a logo for your business,
shops, or events, don’t be hesitate to contact me.
Robot Template
Hello readers, welcome back here. I'm so busy that I almost don't have time to make some publishing in this site. Well, here's my design using Vectortuts+'s robot template. Take a look.
The cyber swordsman Jian Se (meaning Four Sword, or Death Sword), a highly skilled cyber swordsman who is equipped with four swords that makes him very deadly. Two long swords attached on his back and two shorter swords attached on his waist. His famous technique is “Dancing Swords” that use one to three swords to attack his enemy with stabbing strike. His ultimate technique is “Thousand Slash” that uses one sword followed by two, three, and the last four swords to unleash deadly and highly fast slashes to end his enemy. Do not try to challenge him if you don’t want to be slashed :D.
As usual, your comment or opinion is always welcome.
I La Galigo
I La Galigo, sebuah karya besar yang telah melanglang buana dan memesona ribuan bahkan puluhan ribu orang yang menyaksikannya. Dan kali ini pementasan I La Galigo kembali ke kampung halamannya, Makassar, Sulawesi Selatan pada 23-24 April 2011 di Fort Rotterdam. Sebanyak 12 (dua belas) scene akan ditampilkan dalam pementasan ini dan kabarya masing-masing “scene” memiliki potensi cerita untuk dikembangkan dan diolah dalam bentuk lain. Sang sutradara, Robert Wilson, yang pernah dianugrahi gelar Commandeur Of Des Arts Et Des Letters dari pemerintah Prancis ini berharap pementasan ini bisa menginspirasi masyarakat Sulawesi Selatan untuk melanjutkan karya ini dalam bentuk lain.
Epik I La Galigo bermula dari penciptaan dunia tengah. Raja Di Langit, La Patiganna, setuju untuk melantik anak lelakinya yang tertua, La Toge menjadi Raja Alekawa (Bumi) dan bergelar Batara Guru. Guru ri Selleng dari Dunia Bawah memerintahkan putrinya We Nyiliq untuk naik ke dunia tengah. La Toge kemudian menikah dengan We Nyiliq dan menjadi penguasa Kerajaan Luwu. Batara Guru kemudian digantikan oleh anaknya Batara Lattu. Batara Lattu lalu memiliki sepasang anak kembar, Sawerigading dan We Tenriabeng. Sebuah ramalan mengatakan bahwa keduanya ditakdirkan jatuh cinta. Untuk itu keduanya lalu dibesarkan terpisah dan tidak pernah bertemu demi menghindari hubungan terlarang dan mencegah terjadinya kehancuran kerajaan.
Pementasan I La Galigo ini berawal di Singapura (2004) lalu berlanjut ke Madrid, Lyon, Barcelona, Rovenna (2004), New York dan Jakarta (2005), Milan, Taipei, dan pentas kedua kali di Singapura (2009) dan yang terbaru pada hari ini (23 April 2011) dan besok di Makassar.
Vote for me @ Inmode
Vote for me Inmode Design Competition here. The new link is here. Thank you very much for the support, I really appreciated it.
More of my related design is here.
Baca selengkapnya »
More of my related design is here.








